Senin, 15 Februari 2016

05022015

05022015 adalah hari jadian saya sama fauzan. Fauzan adalah lelaki yang saya sayangi, yang saya cintai, yang selalu menemani saya kemanapun kapanpun, dia tidak pernah marah-marah bahkan dialah yang lebih sabar menghadapi sifat buruk saya seperti anak kecil, susah di atur atau di bilangin, selalu ada disamping saya, pernah cemburu dengan lelaki lain, yang rela mau antar saya pulang sampai kerumah padahal rumah saya sangat jauh (jakarta pusat ke depok), lelaki yang bisa menerima kekurangan saya karena saya memakai “Alat Bantu Pendengar”, jika saya tidak bisa mendengar apa yang orang lain omong dengan jelas maka dialah yang selalu membantu saya seperti memberi tahu apa yang orang lain omong. Memang sebelumnya saya pernah mendapatkan lelaki yang bisa menerima kekurangan saya tetapi kurang, mengapa? Terlihat seperti “terpaksa”. Jika memang lelaki yang ingin mencintai saya maka dia harus bisa menerima kekurangan saya. Kelebihan saya tidak terlalu kelihatan, jadi kekurangan saya jelas. Saya orangnya kurang berbaur, selalu suka pilih-pilih teman. Pernah saya ikut kumpul, main, pergi sama teman-teman saya, tetapi terkadang saya suka di manfaatin. Pernah saya curhat tentang masalah saya ke teman-teman saya, namun teman-teman tidak mengerti apa yang saya maksud dan mereka selalu mengikuti apa kata-kata teman saya yang saya punya masalah. Semenjak itu saya hanya diam dan tidak ingin curhat ke siapapun seperti merasa trauma buat curhat ataupun terbuka karena tidak ada satupun yang percaya saat itu. Lalu datanglah seorang lelaki yang bernama Fauzan Hilmy yang mau mendengar semua curhatan saya, semua apa yang saya sudah pendami selama ini, semua apa yang saya rasakan disaat saya disakiti oleh teman-teman saya, semua apa yang saya rasakan disaat saya sendiri. Dia memang pernah merasakan hal yang sama dengan saya seperti masalah dengan temannya namun tidak parah, dia masih bisa berteman dengan mereka, masih bisa di ajak main, pergi, ngobrol, tidak seperti saya. Sepertinya semua sudah hilang karena salah satu teman yang merusaki persahabatan saya, namun tidak bisa seperti dahulu lagi, yang selalu kumpul, pergi, main, dll, melakukan sesuatu yang menyenangkan tetapi semua hilang, tidak ada satupun yang mau mengalah, akhirnya saya mengalah, seharusnya yang sudah mengalah jika memang salah, maka harus minta maaf. Tetapi beda dengan saya, hati saya sudah terlanjur luka, sakit. Dan ada beberapa sahabat saya untuk menyuruh saya memaafkan mereka di dalam hati saja, begitu juga lelaki saya. Sempat saya berfikir ingin minta maaf ke mereka secara langsung tetapi percuma. Saya rasa pasti ada “pembelaan”. Pasti akan semua terasa sia-sia. Di saat saya sendiri, lelaki saya selalu menemani saya, selalu ada disamping saya. Karena saya selalu berdua sama lelaki saya di kelas maupun di luar kelas, ada beberapa teman kelas saya untuk mencoba berbaur begitu juga dia, namun saya tidak bisa karena rasa trauma pun tidak bisa di hilangkan. Oleh karena itu, saya selalu memilih teman atau yang sudah sering main sama saya, yang sudah tau bagaimana saya menghadapi teman-temannya dari sejak dulu hingga sekarang. Teman atau sahabat yang bisa menerima sifat buruk dan tidak bisa di tinggalkan, janganlah menyakiti mereka maka harus menghargai mereka. Adapun orang yang ingin merusaki hubungan saya namun tidak berhasil karena lelaki saya tidak suka atau tidak mau mendengarkan, sepertinya saya bersyukur dan tidak membuat saya “negatif thinking” but i believe he never doing it, he’s the best boy i ever had. Saya pernah merasakan cemburu dengan wanita lain, begitu juga dia pernah merasakan hal yang sama, setelah itu kami bisa mengerti satu sama lain. Pasangan memang harus seperti itu mengerti apa yang dirasakan atau apa yang harus dilakukan agar tidak membuat cemburu berlarut-larut ataupun berlebihan.

foto waktu makrab tetapi tidak saling kenal hanya sebatas tahu :D

foto waktu liburan bareng di Kalibiru, Yogyakarta

3 komentar:

  1. wuahahaha emuaah! :D :* :* <3 <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. HEHEHE semoga kita langgeng sampai waktu yang memisahkan kita klo bisa jangan sampai pisah, nanti disurga masih bisa sama2 lagi. amien :D

      Hapus
    2. amiiin ya Allah amiiin, inget janji ini yaa :D :* :* <3

      Hapus